Jamaah Tanazul Kloter 100 SUB KBIHU Miftahul Ulum Lumajang Dijemput di Bandara Juanda

Share the Post:

Jamaah haji asal Kabupaten Lumajang yang menjalani proses tanazul akhirnya tiba kembali di Tanah Air dan dijemput di Bandara Internasional Juanda, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Jamaah tersebut adalah Pao Hakam bin Sukorejo, warga Dusun Mrutu RT 16 RW 08, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, yang merupakan jamaah KBIHU Miftahul Ulum dan tergabung dalam Kloter 100 SUB.

Berdasarkan surat resmi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tertanggal 30 Juli 2026, Pao Hakam merupakan jamaah haji sakit pascaoperasional haji yang dipulangkan ke Indonesia dengan kondisi medis yang membutuhkan posisi berbaring (laydown) selama penerbangan.

Untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, Pao Hakam mendapatkan pendampingan teknis urusan haji dari KJRI Jeddah, yakni Mohammad Sabuki Abdullah Abba dan Furna Fitriyah. Pendampingan tersebut mencakup proses kepulangan serta koordinasi terkait kebutuhan jamaah selama perjalanan untuk memastikan proses perjalanan jamaah hingga tiba di Indonesia berjalan dengan baik.

Proses penjemputan berlangsung sebagai bentuk pelayanan dan pendampingan kepada jamaah haji yang menjalani tanazul, sehingga setelah tiba di Indonesia dapat segera mendapatkan pendampingan dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Penjemputan dilakukan oleh unsur Kementerian Haji Kabupaten Lumajang, Kementerian Haji Kanwil, KBIHU Miftahul Ulum, serta petugas yang selama ini menangani urusan teknis haji di Arab Saudi.

Dari unsur Kementerian Haji Kabupaten Lumajang hadir Dr. H. Umar Hasan, M.Pd.I. bersama staf. Sementara dari unsur Kementerian Haji Kanwil hadir Ahmad Rizki. Adapun dari KBIHU Miftahul Ulum hadir Indra Wahyudi, S.Pd.I bersama staf.

Ketua KBIHU Miftahul Ulum, Indra Wahyudi, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah dengan selamat ke Tanah Air.

“Alhamdulillah, jamaah kami telah tiba di Indonesia dengan selamat. KBIHU Miftahul Ulum terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada jamaah, termasuk dalam proses tanazul hingga kepulangan ke daerah asal. Semoga setelah kembali ke tengah keluarga, jamaah senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan serta memperoleh predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.

Penjemputan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji hingga seluruh rangkaian perjalanan ibadah selesai. Sinergi antara Kementerian Haji Kabupaten Lumajang, Kanwil, KBIHU, KJRI Jeddah, dan keluarga menjadi wujud nyata perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan jamaah hingga kembali ke Tanah Air.

Join Our Newsletter