Madinah Al-Munawwarah – Memasuki hari ketiga berada di Kota Madinah Al-Munawwarah, jamaah umrah KBIHU Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang mengikuti rangkaian ziarah Kota Madinah pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ziarah ini menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual jamaah untuk mengenal lebih dekat tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ dan sejarah awal perkembangan Islam.
Sejumlah tempat bersejarah yang dikunjungi jamaah meliputi Masjid Quba’, Kebun Kurma, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, serta Khandaq atau Parit.
Salah satu momen istimewa dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran KH. M. Husni Zuhri, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, yang turut mendampingi jamaah selama perjalanan ziarah. Beliau didampingi oleh putra sulungnya, KH. Mohammad Hasanudin Husni, yang turut mengikuti rangkaian perjalanan ziarah bersama rombongan.
Baca Juga
Hari Kedua di Madinah, Jamaah Umrah KBIHU Miftahul Ulum Ziarah Situs Bersejarah
Kehadiran beliau memberikan suasana tersendiri bagi jamaah. Selain menjadi pendamping, KH. M. Husni Zuhri juga memberikan penguatan dan penjelasan mengenai nilai sejarah serta hikmah yang dapat diambil dari tempat-tempat yang dikunjungi.

Di Masjid Quba’, jamaah diajak mengingat sejarah masjid yang memiliki kedudukan istimewa dalam perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Jamaah juga berkesempatan melaksanakan ibadah di masjid tersebut.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kebun kurma, salah satu kawasan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madinah. Jamaah dapat mengenal lebih dekat komoditas khas Madinah sekaligus menikmati suasana perkebunan kurma.
Selanjutnya, rombongan menuju Jabal Uhud, kawasan yang mengingatkan umat Islam pada peristiwa Perang Uhud. Di tempat ini jamaah diajak mengenang perjuangan Rasulullah ﷺ bersama para sahabat serta mengambil pelajaran tentang keteguhan, ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan dalam membela agama.
Ziarah berlanjut ke Masjid Qiblatain, yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai tempat turunnya perintah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka’bah di Masjidil Haram.
Tempat terakhir yang dikunjungi adalah kawasan Khandaq atau Parit, yang mengingatkan jamaah pada peristiwa Perang Ahzab. Dari perjalanan sejarah tersebut, jamaah diajak memahami pentingnya strategi, persatuan, kesabaran, dan tawakal dalam menghadapi berbagai ujian.
Sebelum berangkat dari hotel, seluruh jamaah telah diarahkan untuk berwudu terlebih dahulu. Persiapan tersebut dilakukan agar jamaah dapat lebih mudah melaksanakan ibadah ketika berada di sejumlah lokasi ziarah.
Selain menjaga wudu, jamaah juga diimbau mengikuti arahan pembimbing, menjaga kekompakan rombongan, serta memperhatikan kondisi fisik mengingat rangkaian ziarah dilakukan dengan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Rangkaian ziarah Kota Madinah ini tidak sekadar menjadi perjalanan wisata sejarah. Bagi jamaah KBIHU Miftahul Ulum, setiap tempat yang dikunjungi menjadi ruang untuk mengenang perjuangan Rasulullah ﷺ, memahami sejarah Islam, memperkuat kecintaan kepada Nabi ﷺ, serta mengambil hikmah untuk diterapkan dalam kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.
Dengan pendampingan para pembimbing dan kehadiran KH. M. Husni Zuhri, jamaah diharapkan dapat menikmati perjalanan ziarah dengan penuh kekhusyukan sekaligus memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam selama berada di Madinah Al-Munawwarah.

