Madinah — Hari kedua keberadaan jamaah umrah KBIHU Miftahul Ulum Lumajang di Madinatul Munawwarah diisi dengan rangkaian ziarah ke sejumlah tempat bersejarah. Kegiatan ziarah tersebut dilaksanakan bersama PT. Hikmah Jaya Wisata dengan suasana penuh kekhidmatan dan antusiasme jamaah.
Sejumlah lokasi bersejarah yang menjadi tujuan ziarah antara lain Masjid Sayyidina Ali RA, Masjid Sayyidina Abu Bakar RA, Masjid Ghamamah, serta Museum Al-Qur’an.
Sejak pukul 06.00 waktu Arab Saudi, jamaah mengikuti seluruh rangkaian perjalanan dengan tertib. Ziarah menjadi momentum bagi jamaah untuk tidak sekadar melihat tempat-tempat bersejarah, tetapi juga menghayati jejak perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam membangun peradaban Islam.
Direktur Utama PT. Hikmah Jaya Wisata, Mazlan Mansur, mengatakan seluruh rangkaian ziarah pada hari kedua berjalan dengan lancar. Kondisi jamaah yang berjumlah 184 orang juga dalam keadaan sehat sehingga dapat mengikuti seluruh agenda yang telah dipersiapkan.
“Alhamdulillah, ibadah ziarah berjalan lancar. Jamaah semuanya sehat wal afiat dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik dan lancar,” ujar Mazlan Mansur.

Sementara itu, Ketua Pembimbing KBIHU Miftahul Ulum, Ustadz H. Abdul Kadir, menjelaskan bahwa kegiatan ziarah memiliki nilai edukatif dan spiritual. Menurutnya, jamaah perlu dikenalkan dengan berbagai tempat yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan Islam di Madinah.
“Tujuan ziarah ini adalah mengenalkan tempat-tempat bersejarah kepada jamaah agar mereka mengenal, memahami, dan semakin mencintai Islam serta para sahabat Nabi,” tutur Ustadz H. Abdul Kadir.
Menurutnya, perjalanan umrah bukan hanya tentang pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan kembali sejarah Islam dalam ingatan dan kesadaran jamaah. Dengan menyaksikan secara langsung tempat-tempat bersejarah, jamaah diharapkan dapat memperoleh pengalaman spiritual yang lebih mendalam.

Di Masjid Ghamamah, misalnya, jamaah diajak mengenang salah satu tempat yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan Rasulullah SAW di Madinah. Demikian pula dengan Masjid Sayyidina Ali RA dan Masjid Sayyidina Abu Bakar RA yang mengingatkan jamaah pada kedekatan mereka dengan Rasulullah SAW serta kontribusi besar para sahabat dalam perjuangan Islam.
Rangkaian ziarah kemudian dilanjutkan ke Museum Al-Qur’an. Di tempat ini, jamaah mendapatkan pengalaman untuk melihat lebih dekat berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah Al-Qur’an, penulisan, dan perkembangannya dari masa ke masa.
Turut mendampingi perjalanan ziarah tersebut Ustadz H. Mudassir dan Ustadz H. Kholid, pembimbing jamaah KBIHU Miftahul Ulum Lumajang, bersama para ketua kelompok jamaah.
Kehadiran para pembimbing dan ketua kelompok menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh jamaah dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, nyaman, dan tetap menjaga kekompakan rombongan.
Bagi jamaah KBIHU Miftahul Ulum Lumajang, ziarah hari kedua di Madinah bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Ia menjadi perjalanan menyusuri jejak sejarah — mengenang Rasulullah SAW, para sahabat, dan perjalanan panjang Islam yang terus hidup hingga hari ini.
Dari Madinatul Munawwarah, jamaah membawa pulang bukan hanya dokumentasi perjalanan, tetapi juga pengalaman, pengetahuan, dan harapan agar kecintaan kepada Islam semakin tumbuh setelah menyaksikan langsung tempat-tempat yang menjadi saksi perjalanan sejarahnya.

