Madinah – Setelah menunaikan serangkaian ibadah di Masjid Nabawi dan ziarah ke beberapa lokasi bersejarah di Madinah, Jamaah Haji KBIHU Miftahul Ulum Kloter 83 melanjutkan kegiatan ziarah ke Tsaqifah Bani Saidah. Lokasi ini merupakan salah satu tempat paling bersejarah dalam perjalanan awal Islam, khususnya dalam konteks sejarah politik Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad ﷺ.
Tsaqifah Bani Saidah adalah tempat di mana kaum Anshar dari Madinah mengadakan musyawarah setelah wafatnya Rasulullah ﷺ untuk membahas kepemimpinan umat Islam. Dari sinilah akhirnya Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه dibaiat sebagai khalifah pertama umat Islam. Peristiwa ini terjadi pada tahun 11 Hijriah (632 M)
H. Abdul Qodir, pembimbing ibadah, menjelaskan kepada jamaah:
“Tempat ini menjadi saksi sejarah penting bagi umat Islam. Di sinilah muncul kesadaran kolektif para sahabat untuk menjaga persatuan umat dan melanjutkan kepemimpinan sepeninggal Rasulullah ﷺ.”
Selama kunjungan, para jamaah mendengarkan penjelasan sejarah dengan penuh antusias. Banyak yang mengabadikan momen tersebut sambil merenungi betapa pentingnya persatuan dan musyawarah dalam tradisi Islam.
Salah satu jamaah menyampaikan kesannya:
“Ziarah ini sangat bermakna. Kami tidak hanya menjalankan ibadah, tapi juga belajar langsung dari jejak sejarah perjuangan para sahabat Nabi.”
Kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari program edukatif-spiritual KBIHU Miftahul Ulum untuk memperkaya pengalaman haji para jamaah, tidak hanya secara ritual, tetapi juga secara intelektual dan sejarah.

